How to differentiate magic with technology
Kebetulan demi kebetulan mengaburkan antara fakta fisikal dengan magis. Sains sebagai bentuk observasi alam natural dapat memberi parameter statis eksistensi fisik. Tetapi seberapa jauh kita dapat mengatakan sesuatu itu adalah "itu" sedangkan kita terbatas dalam persepsi subjektif. Valid, tentu saja sebagaimana kondisi ditambah aksi akan menghasilkan kondisi berbeda dan aksi ditambah kondisi juga menghasilkan kondisi berbeda dan bisa saja aksi berbeda. Imaginatif saat keluar dari persepsi subjektif, tetapi tetap valid berdasarkan persepsi subjektif?. Ambang objektifitas akal manusia bukanlah nyata tapi setidaknya dapat menjadi alat bagi manusia itu sendiri "teknologi". Untuk keluar memerlukan sebuah gebrakan besar dalam teori dan praktikal atau menjadi irelevan. Apa itu relevan, di batas mana kita mengatakan sesuatu itu relevan. Tentunya dimana segala sesuatu itu simpel fungsional di terima oleh persepsi yang masih abu-abu secara teknis.
Magis ketika sesuatu diluar dari nalar kita yang terbatas, diluar dari hal-hal natural yang bisa di observasi dan ukur dengan satuan statis. Satuan ukuran sendiri merupakan subjektif yang kita setujui bersama sebagai parameter, namun pada beberapa ukuran standar memiliki standarnya sendiri. Seperti waktu yang memiliki detik standar berdasarkan pelepasan atom. Jadi kapan sesuatu dikatakan magis, dimana kita menentukan parameter nya. Bisa saja saat sesuatu diluar natur nya atau bisa disebut supranatural. Seberapa natural kah sesuatu itu sedangkan persepsi yang terbatas tidak akan bisa membedakannya. Sebuah kutipan yang saya ingat "we can't differentiate good technology with magic".
Kita sudah familiar dengan komputer, internet, smartphone, pacul, pisau, mengontrol dari listrik, air, tanah hingga api sebagai bentuk teknologi yang mempermudah kehidupan. Kita juga mengenal istilah paranormal atau orang pintar berbagai ilmu magis juga dengan tujuan yang sama. Diluar emosi, ego kehidupan akan selalu mencari cara fungsional ter-efisien. Sebagai observasi natur sains pernah salah karna kurangnya observasi itu sendiri yang berujung miss-interpretasi. Lalu bagaimana kita mengkategorikan magis sedangkan kita tidak mengerti. Walaupun kita mengerti akan dua hal tersebut, seberapa mengerti hingga hal-hal dasar yang kita mengerti sebelumnya berubah atau tidak relevan.
Magis didalam magis mungkin adalah pengertian magis yang sesungguhnya. Apa yang kita ketahui, apa yang kita tidak ketahui dan apa yang tidak kita tahu dan tidak ketahui. Mungkin magis itu sendiri merupakan teknologi.
Comments
Post a Comment